Isi yaah ^^ November 14, 2008
Posted by Arina in Vote Here :).Tags: blog, polldaddy, Vote
comments closed
1000 tahun lamanya February 5, 2010
Posted by Arina in GeJe, Lirik Lagu.Tags: 1000 tahun lamanya, sophie navita
1 comment so far
by Sophie Novita
Bila.. Kau sanggup untuk melupakan dia.. Biarkan aku hadir dan menata.. Ruang hati yang tlah tertutup lama
Jika kau masih ragu untuk menerima.. Biarkan hati kecilmu bicara.. Karna kutahu kan datang saatnya
Kau jadi bagian hidupku.. Kau jadi bagian hidupku.. Tak kan pernah berhenti.. Untuk slalu percaya.. Walau harus menunggu.. 1000 tahun lamanya
Biarkanlah terjadi wajar apa adanya.. Walau harus menunggu.. 1000 tahun lamanya.. Selama apapun itu.. Ku akan tetap menunggu
***************************************************************
Gak sengaja nemu lagu jadul ini di laptop. Setelah diklik dua kali, ternyata baguuus. Jadi jatuh cintrong deh pada pendengaran pertama!! Lagunya didaur ulang jadi lebih groovy dan pastinya easy listening. Cateeet, ini lagu masuk dalam have-to-sing list kalo karaoke. Hohohoo
Pempek Panggang February 4, 2010
Posted by Arina in GeJe, Kuliner.Tags: pempek, Pempek Panggang
add a comment
Alien : Dek, ada pempek panggang.
Adek : *berjalan ke meja makan… Ngambil satu*
Alien : Sudah makan berapa?
Adek : *mengacungkan jari telunjuk sambil ber-hu-ha-hu-haa*
Alien : kayaknya kakak kurang banyak belinya.
Adek : *manggut-manggut sambil ber-hu-ha-hu-ha*
Pesan Moral : Pempek Panggang yang EKSTRA pedas dapat menyebabkan bisu sementara!!!!!
New Days with Tosi-Tosi February 1, 2010
Posted by Arina in My Activities ^^a.Tags: Toshiba
add a comment
After searching for about two hours, finally I made up my decision. My choice goes to The Nova White Tosi-Tosi. With its 13.3” screen, I hope that I find no difficulties anymore to see the fonts. Also, it’s comfortable enough for me to play games. Hehehe.
So, like my father said, take the good memory from the past, and create much much more unforgettable moments with the new one! Thanks, Dad ^^
So, welcome home, Tosi-Tosi. Take your place on my desk. Make a good friend with my stuffs on it. And let’s get the BEAT! ![]()
One Day with My Sista January 31, 2010
Posted by Arina in Lullaby, My Activities ^^a.add a comment
Hari ini, saya melancong ke kota Taspen, tepatnya ke rumah seorang sahabat sekaligus keluarga, Yanti. Dia berbaik hati meminjamkan laptopnya untuk saya mengetik polz. Hohooo. Makaaaasiih,dd sayaaang. ![]()
Seharian di rumahnya membuat saya lupa waktu. Tapi itu, saya pengeeen banget ngudek-ngudek isi laptopnya, secara lahan saya hanya terbatas di desktop doang. Hihihi. Hmm, next time, harus berhasil!!
Sorenya kami nyempetin waktu buat makan model di deket rumahnya. Tadinya sudah pede banget mau langsung pulang setelah makan model, makanya tas sama diktat-diktat sudah saya bawa semua. Pake acara pamitan lagi sama papanya. Taunya, tuh model dibungkus buat dimakan di rumah. Oh my Goood, gak enak hati rasanya pas saya balik lagi ke rumah Cuma buat makan model. Hahahaa. Ah, tapi udinlah, bukan Arina namanya kalo pake acara “malu-malu” untuk urusan makan ![]()
Btw, bentar lagi bakal ada tamu. Calon kakak ipar mau dateng beserta rombongan. (tadinya saya kira mereka datengnya siang, gak tahunya malem. Horaaayy, jadi bisa ketemu deh sama Putri). Saya mau siap-siap dulu. Daddaaah ![]()
Laptopku Sayang, Laptopku Malang January 29, 2010
Posted by Arina in Renungan.add a comment
Kamis 29 Januari 2010
Kami sekeluarga sedang diuji. Dua laptop yang diletakkan di meja belajar Restu, raib digondol maling. Singkat cerita, pagi itu, hanya ada Yuk Yuli dan Yai di rumah. Yai tiduran di dalam kamar, sedangkan Yuli sedang menjemur cucian di halaman depan. Restu pergi sekolah, papa menjemput mama fitness, sedangkan saya dan Kak Ayu pergi kuliah.
Selang beberapa menit setelah saya dan Kak Ayu berangkat, datanglah dua orang yang mengaku orang suruhan papa. Mereka meminta dibukakan pagar, tetapi Yuli menolaknya. Mereka meyakinkan Yuli dengan mendengarkan HP yang mereka bilang itu adalah suara papa. Begitu mendengar suara itu, Yuli mengaku hanya menurut saja bila diperintah. Dia dihipnosis kali yah~
SIngkat cerita, masuklah dua orang itu (layakkah saya sebut mereka maling?) ke halaman depan. Apesnya, jendela kamar restu terbuka lebar.
Sekalipun ada terali yang membatasi, tapi karena posisi meja yang tepat berada di dekat jendela, maling itu dapat dengan mudah memasukkan sedikit lengan, lantas mengambil kedua laptop tersebut. Entah saya harus bilang mereka b**on atau apa, yang jelas, mereka hanya mengambil laptopnya saja, tanpa baterai, tanpa kabel charger-nya. Cooling fan-nya pun mereka lepas.
Terlepas dari semua kejadian ini, kami sekeluarga cukup terpukul, mengingat kami warga baru di sini. Selama ini, kami belum pernah kecolongan. Mungkin betul, kami kurang waspada! Tapi bukan orang tua yang hebat bila papa dan mama tidak bisa menentramkan kami bertiga. Mereka meyakinkan kami bahwa apa yang sedang menimpa kami ini hanyalah sentilan kecil dari Sang Pemilik Segalanya. Yah, mungkin jodohnya sama tuh laptop cuma sebates sampe hari ini doang ^^
Buat maling yang ketiban rejeki hari ini, kami doakan supaya Anda-Anda cepat insyaf, diringankan dosanya, dipermudah rezekinya di jalan yang benar supaya nggak nyolong lagi. Amiiiin.
Buat Pak Polisi, semoga berhasil nemuin pelakunya beserta barang bukti.
Buat My Dear Sista di kota, thanks a bunch for spending time to listen to my stories.
Did your two ears got burnt? Hihihi.
Buat keluarga dekat, makasih atas kedatangannya, yang meskipun mungkin kalian gak bisa bantu secara real buat nemuin pelakunya, tapi kalian memberi kami kekuatan semangat
Bye-Bye, My BigLap and SmaLLap. Hope both of you be alright outside there. Maybe some parts of my secrets had gone with you, but life still have to go on, right? ^^a
Beautiful Mind January 26, 2010
Posted by Arina in Lullaby, My Activities ^^a, Tentang Cinta.Tags: alicia nash, beautiful mind, economiy, john nash, nobel
3 comments
Together with my besties, Yanti, Christa, and Vinsa, I just watched “Beautiful Mind” this afternoon. Actually, we were recomended by doctor Deddy to have this movie watched. Why? Because the film is telling about about a skizophrenic man who struggled much for his best. In addition to our lesson in bloc 16th (Medical Psychiatry), this film illustrated best about the clinical features of schizophrenia. Hehehe
======================================
Based on True Story
It’ about John Nash, Nobel Prize winner, who has shcizophrenia, kind of mental illness that affects more than two million Americans and 1 in 100 people across cultures. About thirty, He has experienced delusions, auditory hallucinations, and visual hallucinations. On his mind, he created his ‘real-but-virtual’ friend called Charles and a sweet little girl named Angel (is it, I forgot. Hahaaa). He interacted as though as they were real. Also, he believed that he was chosen as one who had worked for Russian’s National Intelligence Agency.
Fortunately, a brilliant college student named Alicia had fallen in love with him. John and Alicia finaly married for their love. The problems started to come when John’s symptoms was found by a psychiatric which was later on being diagnosed as Schizoprenia. This film not only teach us about schizoprenia, but also about the Power of Love showned by his Wife. Alicia took care much of him, giving him the best medical treatment that she could at their home, even she had to fight with John’s strange personality. Unless his lackness in 1994, John Nash finally shared the Nobel Prize with two other economists for the 1950 doctoral dissertation he wrote at Princeton on game theory. He had just proven, that a schizoprenic guy could also contribute to his society.
=====================================================================
Wanna Thanks to mereka-mereka yang tersebut di bawah ini
- Asfinah for the DVD. Hehehe.
- Yanti, Christa, and Vinsa who had spent time with me wacthing this film ^^;
- Blue House for the comfortable “cinema” ;p
- SiPuti Behazet for the safe and patient home picking
)
==================================================================
sumber gambar dari sini
Apakah Kamu Alay? January 24, 2010
Posted by Arina in GeJe.10 comments
ALAY! Satu kata yang sering dilontarkan temen-temen saya kalo mereka geram dengan kelebayan status seseorang di facebook! Sebenernya gak cuma status di facebook, tapi dari gaya sms mereka juga ketauan dia alay apa bukan. Mari kita lihat contoh sms ini dulu,
1. “qaMmyUh daGh MaCKanz pah lumzz?”
2.. “myEeMz. DaCh SolaDd Lumz? GeE pAeeeeN?”
3. “Kogg 94k diBaLeZzz?
Nah, bagi yang ngerasa GAK ALAY, coba baca sms di atas. Saya yakin, pasti sukar kan nangkep arti sms mereka? Sudah hurufnya campur antara capital dan biasa, bahasanya lebay lagi. Dalam kamus saya, saya bilang itu pemborosan. I’m sorry guys if I gave you my negative thinking m(-.-)m
Well, at least, kita kan punya Bahasa Indonesia sama Bahasa Daerah. Atau kalo mau pake Bahasa Inggris, oke juga. Setidaknya, saya jauh lebih nyaman kalo baca sms dengan kalimat yang kaku tapi gak alay, dibandingkan sms gaul tapi alay!
Lucunya lagi, sekarang kaum alay gak sebates kaum cewek doang. Kaum pria pun banyak yang alay. Kebanyakan nih ya, klo saya survei dari facebook yang kebetulan jadi “friend” di facebook, rata-rata mereka tuh pacaran. Singkat cerita, saya berkesimpulan : Alay Bisa Menular Melalui Pasangan!
By the way, contoh kealayan sebenernya gak cuma sebates gaya sms di atas aja. Mereka yang rame-rame suka ngumpul di mall-mall, trus duduk di lantai, trus pake pakaian (yang menurut saya lebih pantes dipake buat Pasha Ungu, KangenBand, atau Radja buat nampil di panggung), tapi gak jelas mau ngapain dan suka manggil-manggil plus nempel-nempel, naaah, itu juga termasuk alay!!!!!! Daripada nebeng di mall dengan tujuan gak jelas, lebih enak bikin PR di rumah. Kalo gak ada PR, ya bantu-bantu di rumah. Masih gak ada pilihan buat ngapain? Huwaaaa, main aja deh ke rumah temen deket kalian, atau ke rumah pacar, atau ikutan les. Masih juga males buat ngapa-ngapain? Yaaah, balik ke rumah, nonton berita or film, atau TIDUR! But untuk hal ini, saya patut berterimakasih kepada kaum alay, karena mereka saya jadi males buat pergi ke mall sendirian. Hohoo.
Maksud dan tujuan saya menulis di blog ini, bukanlah untuk mengutuk kaum alay, apalagi menyudutkan. Tapi, setidaknya, semoga tulisan ini berguna bagi mereka yang bertingkah alay tapi gak tau apa-apa tentang Alay. Maksud saya, mereka tuh hanya ikut-ikutan tren sms yang kayak gitu. Mbok ya siapa tahu besok-besok ada temen-temen yang mampir ke tulisan ini, trus baca tulisan ini, akhirnya mereka sadar kalo selama ini mereka sudah bertingkah layaknya alay. Syukur-syukur mereka ‘tersinggung’ dan mau memperbaiki gaya sms mereka.
Oke, sekian uneg-uneg dari saya. Meskipun saya menulisnya dengan amat sangat subjektif dan gak ‘evidence-based’, tapi setidaknya saya telah melakukan riset “Cohort” selama lebih kurang tiga hari terakhir. Hahahaa. Layak gak layak, inilah isi hati saya. Peace v^.^v
Protected: Buat Aiuk ^^; January 17, 2010
Posted by Arina in Lullaby.Enter your password to view comments
Konstelasi Kenangan Kumbang January 8, 2010
Posted by Arina in My Poems.Tags: alumni Kumbang, Kumbang, Kusuma Bangsa, SMA
8 comments
Love For A Child November 28, 2009
Posted by Arina in 1.5 comments
Jason Mraz – Love For A Child Lyrics
There’s a picture on my kitchen wall
Looks like Jesus and his friends involved
There’s a party getting started in the yard
There’s a couple getting steamy in the car parked in the drive
Was I too young to see this with my eyes?
By the pool last night, apparently
The chemicals weren’t mixed properly
You hit your head and then forgot your name
And then you woke up at the bottom by the drain
And now your altitude and memory’s a shame
What about taking this empty cup and filling it up
With a little bit more of innocence
I haven’t had enough, it’s probably because when you’re young
It’s okay to be easily ignored
I like to believe it was all about love for a child
And when the house was left in shambles
Who was there to handle all the broken bits of glass
Was it mom who put my dad out on his ass or the other way around
Well I’m far too old to care about that now
What about taking this empty cup and filling it up
With a little bit more of innocence
I haven’t had enough, it’s probably because when you’re young
It’s okay to be easily ignored
I’d like to believe it was all about love for a child
It’s kinda nice to work the floor since the divorce
I’ve been enjoying both my Christmases and my birthday cakes
And taking drugs and making love at far too young an age
And they never check to see my grades
What a fool I’d be to start complaining now
What about taking this empty cup and filling it up
With a little bit more of innocence
I haven’t had enough, it’s probably because when you’re young
It’s okay to be easily ignored
I’d love to believe it’s all about love for a child
It was all about love…
powered by lirik lagu indonesia













